@ Bersikap baik pada orang lain, berarti menghargai diri sendiri. Mencelakai orang lain berarti mencelakai diri sendiri. Sebab apa yang kita beri akan kembali pada diri sendiri. Sebaliknya jika tidak memberi jangan harap ada pemberian di saat kita membutuhkan!
@ Kegagalan mungkin terasa pahit, tapi seperti obat agar kita lebih giat berjuang. Kemenangan mungkin menyenangkan tapi jangan sampai terbius. Kegagalan dan kemenangan sama saja, keduanya adalah ujian bagi kesabaran kita. Putus asa atau sombongkah?
@ Jangan menyesali yang lalu, jangan merisaukan yang akan datang. Yang sudah lalu tak dapat kembali, yang akan datang belum tiba. Yang penting saat ini adalah perbuatan kebaikan. Hasilnya pasti, akan diraih kemudian.
@ Pemberi akan menerima apa yang diberikannya. Memberi kebajikan menerima kebajikan, memberi kejahatan menerima kejahatan. Pastikan kita memberi sesuatu yang bajik, dan buah kebajikan itu pun akan kita raih dan rasakan.
@ Orang lebih menderita karena kebencian yang dipendamnya dibandingkan dengan apa yang sudah diperbuat musuhnya. Jika mau menyingkirkan musuh, buanglah kemarahan jauh-jauh. Dengan membuang kemarahan, akan mampu melahirkan kasih sayang dan persaudaraan.
@ Gemar berderma, memiliki moral yang baik, dapat menahan nafsu, mempunyai pengendalian diri adalah timbunan HARTA TERBAIK bagi wanita maupun pria. Inilah sifat yang akan mengantarkan pemiliknya pada kesuksesan yang sempurna.
@ Sungguh mudah melakukan perbuatan buruk, yang merugikan diri sendiri. Tetapi sungguh sulit melakukan perbuatan baik yang akan menguntungkan bagi diri sendiri. Berbuat baiklah ketika orang berbuat baik pada kita, dan tetap berbuat baiklah meski orang lain berbuat buruk pada kita.
@ Jangan karena marah/benci mengharapkan orang lain celaka. Tanamlah benih kasih sayang dan taburkanlah pupuk persaudaraan, berharaplah hari ini adalah orang lain dapat kebahagiaan. Sebagaimana kita pun berkeinginan untuk mendapat kebahagiaan.
@ Perbuatan jahat sangat sulit untuk dikekang. Tapi jangan membiarkan keserakahan dan kebencian menyeret kita dalam waktu yang lama. Serakah dan kebencian awal petaka buruk dalam sebuah kehidupan.
@ Semua orang gemetar jika dipukul, semua orang takut mati. Perasaan orang lain sama seperti diri sendiri, janganlah menyakiti yang menyebabkan orang lain menderita. Lebih baik menyayangi, cinta hakiki sudah menanti.
@ Tidak ada kecintaan lain yang melebihi kecintaan terhadap diri sendiri. Jika mencintai diri sendiri, seseorang tidak selayaknya melibatkan diri dalam kejahatan. Mencintai diri sendiri adalah memelihara dan menjaga diri untuk selalu berbuat kebaikan.
@ Pelindung sejati diri kita (dan dunia) adalah dengan MALU berbuat kejahatan/buruk dan TAKUT akibat dari perbuatan jahat/buruk. Sedangkan orang yang tak punya rasa malu, akan hilang kewibawaan dirinya dan lenyap pula kepribadiannya, serta hidupnya tak akan bernilai lagi.
@ Lebih baik mengalahkan diri sendiri daripada menaklukan orang lain. Siapapun yang mengendalikan pikiran dengan baik akan dapat mengendalikan perbuatannya dengan baik pula. Sebaliknya, siapa yang tidak mampu menaklukan diri sendiri, ia akan dikuasai oleh pikiran kotor.
@ Kita tidak menyukai kebenaran karena kita beranggapan kalau kebenaran itu kadang-kadang tidak menyenangkan. Namun justru seringkali kita mudah berbuat kesalahan, padahal kesalahan itu justru yang akan melahirkan ketidaksenangan.
@ Dari kemelaratan timbulah kesedihan, dan timbullah ketakutan. Seseorang yang sudah bebas dari kemelaratan tidak akan mengalami kesedihan dan ketakutan. Tapi sebaliknya, jika kemalaratan sirna dari kehidupan kita, jangan terlena karena bisa jadi kemelaratan itu datang kembali.
@ Orang yang tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan, hidupnya cenderung susah. Pengetahuan diperlukan untuk merancang kesuksesan di dunia, sedangkan keterampilan diperlukan untuk mengejar kesuksesan tersebut.
@ Kalahkan amarah dengan cinta kasih. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kalahkan kekikiran dengan murah hati. Kalahkan kesombongan dengan kejujuran. Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.
@ Memelihara rasa takut (khayalan) Cuma akan mengganggu kesehatan dan akhirnya memeperpendek masa perjalanan hidup menuju kematian. Memelihara sikap optimisme (percaya diri) akan melahirkan harapan menuju masa depan lebih baik.
@ Orang bodoh yang dangkal kebijaksanaannya memusuhi dirinya dengan berbuat keburukan yang akan membawa penderitaan baginya. Orang cerdas yang bijaksana akan menjadikan dirinya sebagai teman untuk senantiasa berbuat kebaikannya yang akan membawa kebahagiaan baginya hari ini/kelak.
@ Membenci seperti minum racun (yang mematikan) dan mengira orang lain yang akan celaka. Semakin membenci, semakin kita menderita. Belajar memaafkan adalah penawarnya. Sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu memaafkan di saat ia mengalami penghinaan.
@ Tidak di langit, di tengah lautan, di gua, gunung, di bumi, terdapat tempat untuk menyembunyikan diri akibat perbuatan jahat yang dilakukan seseorang, walaupun terhalang benteng yng kokoh berlapis-lapis, kejahatan pasti akan terlihat juga. Dampaknya pun akan pula dirasakan pelakunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar